SENJATA TRADISIONAL

Mandau

Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan “daerah asal” orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar (Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Di kalangan orang Dayak sendiri, satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun sang pemilik pergi mandau akan selalu dibawa karena berfungsi sebagai simbol kehormatan atau jati diri.

Zaman dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara.

Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat keampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya digunakan untuk menghias gagang mandau. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-kayau, rohnya akan mendiami mandau tersebut sehingga menjadi sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani. Baca entri selengkapnya »

Ralph and Edna

Ralph and Edna were both patients in a mental hospital. One day while day were walking past the hospital swimming pool, Ralph suddenly jumped into the deep end. He sank to the bottom of the pool and stayed there. Edna quickly jumped in to save him. She swam to the bottom and pulled Ralph out. When the Head Nurse Director became aware of Edna’s heroic act she immediately ordered her to be discharged from the hospital as she now considered her to be mentally stable.

When she went to tell Edna the news said, “Edna , I have good news and bad news. The good news is you’re being discharged; since you were able to rationally respond to crisis by jumping in and saving the life of another patient, I have concluced that your that your act displays sound mindedness. The bad news is , Ralph, the patient you saved, hung himself with his bathrobe belt in the bathroom right after you saved him. I am sorry, but he is dead.”

Edna replied, ‘He didn’t hang himself, I put him there to dry. How soon can I go home?” Baca entri selengkapnya »